Tags

, , , , , , , ,

Peta iPhone

Apple baru saja mengakuisisi perusahaan navigasi dalam ruangan, WifiSLAM. Nilai akuisisi tersebut diperkirakan mencapai US$20 juta, atau setara Rp. 194 miliar, untuk meningkatkan layanan pemetaannya.

Akuisisi itu diharapkan bisa membantu Apple bersaing dengan layanan pemetaan Google, setelah perusahaan asuhan Steve Jobs itu “mencopot” Google Maps dari perangkat iPhone.

Seperti diketahui, Google telah mengembangkan peta mobile dalam ruangan sebuah lokasi, seperti pusat perbelanjaan dan bandara bagi pengguna Android. Layanan ini didasarkan pada bagian denah lantai dalam sebuah bangunan.

Sementara itu, seorang juru bicara Apple mengkonfirmasi aksi akuisisi itu, seperti dilansir Wall Street Journal, 25 Maret 2013, dan mengatakan Apple memang berkomitmen untuk mengembangkan inovasi teknologi pemetaan dengan membeli perusahaan teknologi kecil atau perusahaan startup dari waktu ke waktu.

Diakuisisi Apple, WifiSLAM akan memecahkan masalah bagaimana mendeteksi lokasi pengguna ponsel saat mereka berada di dalam ruangan, di mana teknologi GPS konvensional tidak bisa menjawabnya.

Pendekatan layanan WifiSLAM menggunakan sinyal Wi-Fi yang sudah ada dalam gedung untuk mendeteksi lokasi pengguna ponsel.

Sebelumnya, perusahaan pemetaan yang berbasis di Sillicon Valley ini sempat menawarkan teknologinya kepada pengembang aplikasi pemetaan dalam ruangan, dan sebagai jenis baru ritel ataupun aplikasi jejaring sosial.

Rival-rival

Pemetaan dan pelacakan dalam ruangan telah lama dilihat sebagai sektor potensial bagi perusahaan teknologi. Para analis dan pendukung teknologi berpendapat, aplikasi pemetaan dalam ruangan dapat membantu mengarahkan pengguna untuk mencapai produk, toko (merchant), resto, atau tempat yang diinginkan.

Tapi, sayangnya, teknologi ini belum melesat mengingat keterbatasan teknologi, yaitu penetrasi Wi-Fi dalam gedung masih relatif rendah, serta layanan bisnis model pemetaan yang tergolong masih awal.

Pemetaan dalam ruangan juga memberikan ruang baru bagi model bisnis periklanan baru dalam sebuah gedung.

Teknologi ini juga menjadi “ladang” baru bagi perusahaan teknologi dunia. Tak hanya Google dan Apple, Microsoft pun kabarnya tertarik mengepakkan sayap bisnisnya ke layanan pemetaan ini.

Selain itu, pada tahun lalu, aliansi perusahaan teknologi yang meliputi Samsung Electronics, Nokia Corp, dan Qualcomm Inc, juga mengumumkan rencana untuk berinvestasi pada layanan lokasi dalam ruangan berbasis Bluetooth dan sinyal Wi-Fi.

Aliansi tersebut mengatakan perusahaan akan memperkenalkan layanan baru lokasi dalam ruangan pada tahun ini.

SOURCE