Tags

, , , ,

Mentega

Dengan alasan kesehatan, mana yang lebih baik antara mentega atau margarin?

Pertanyaan sederhana itu kerap terdengar, dan untuk mengetahui jawabannya, mesti menelaahnya satu-satu. Pertama, mari kita lihat margarin. Walaupun sama-sama terbuat dari produk susu, margarin diyakini mengandung banyak lemak yang sudah pasti tidak baik untuk kesehatan. Oleh karenanya kemudian banyak merek margarin yang kemudian berlomba mengatasi bagaimana mengurangi lemak trans (lemak yang terbentuk dari memadatkan minyak cair) yang dikandungnya.

Seandainya pun margarin hadir tanpa lemak trans, maka bahan yang dikandungnya masih berpotensi beresiko, seperti minyak sayur, susu, air, garam, asam lemak monogliserida dan trigliserida, garam potasium, Vitamin E, asam sitrat, beta karoten, serta vitamin A dan D.

Satu hal yang perlu diketahui mengenai margarin adalah ia merupakan makanan yang sudah mengalami proses pembuatan pabrik. Jika dibandingkan dengan mentega, jelas berbeda, karena mentega lebih sederhana dengan kandungan yang hanya terdiri atas mentega dan garam.

Mentega diyakini sebagai produk berkualitas. Tetapi apakah benar-benar aman? Nah, untuk itu perlu diketahui bahwa mentega tersebut bebas bahan kimia. Karena, bisa saja ada kandungan peptisida atau toksin lainnya dalam mentega tersebut. Oleh karena itu, coba beli produk mentega yang organik.

Tidak seperti margarin yang diberi tambahan vitamin A, mentega yang berwarna kuning mengandung vitamin A yang tinggi, yang diproduksi alami. Selain itu, mentega juga kaya akan vitamin E dan selenium (antioksidan yang sangat vital). Dengan demikian, mentega tetaplah pilihan yang baik demi alasan kesehatan, dan pilihan makanan bernutrisi tinggi.

Meski demikian, bagi yang alergi pada produk susu, bisa beralih dengan memilih extra virgin olive oil (minyak zaitun murni), minyak kelapa, dan jenis minyak lainnya. Jika Anda ingin bereksperimen. coba campurkan minyak kelapa dan virgin olive oil. Setidaknya bahan-bahan ini masih alami, bukan produk dari pabrik.

SOURCE